Standar APD Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
04
April
2020

Standar APD Sesuai Tingkat Perlindungan

Apa saja syarat memproduksi APD? ini standar APD sesuai anjuran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Standar APD Sesuai Tingkat Perlindungan Menurut Rekomendasi Standar Penggunaan APD untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia, standar pemakaian APD untuk tenaga medis tergantung situasi dan kondisi penanganan pasien. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu menyebut ada tiga tingkat perlindungan. Pertama, APD untuk tingkat perlindungan di fasilitas umum, tempat praktik dokter umum, dan ambulans ketika menangani pasien terduga virus corona. Untuk situasi seperti ini, para tenaga medis cukup mengenakan masker bedah tiga lapis, baju kerja standar rumah sakit, dan sarung tangan karet sekali pakai. Kedua, APD untuk ruang poliklinik tempat pemeriksaan dan perawatan pasien dengan gejala gangguan pernapasan, pengambilan sampel nonpernapasan, dan bagian rawat jalan pasien demam. Para tenaga medis yang melakukan hal tersebut wajib mengenakan pelindung mata, penutup kepala, masker bedah, sarung tangan karet sekali pakai, dan baju terusan panjang (gown) standar rumah sakit.

Terakhir, APD untuk ruang prosedur dan tindakan operasi pada pasien suspect atau positif Covid-19, kegiatan yang menimbulkan aerosol pada pasien, ruang tindakan otopsi, dan pengambilan sampel pernapasan. Para tenaga medis yang menangani prosedur ini wajib mengenakan pelindung mata, penutup kepala, masker N95 atau yang setara, sarung tangan bedah karet steril sekali pakai, sepatu boots, dan gaun terusan menutup dari kepala hingga bagian kaki. Baju terusan yang terakhir ini sering disebut sebagai hazmat. Dalam rekomendasi standar yang dikeluarkan oleh pemerintah, modelnya adalah coverall. Jadi dari kepala hingga mata kaki tertutup dalam satu terusan baju. Bagian yang terbuka hanya di muka, telapak tangan, dan bawah mata kaki. Tujuan memakai model coverall adalah agar hazmat memberikan perlindungan 360 derajat ke seluruh tubuh. Baju ini sebaiknya sekali pakai karena penggunaannya untuk merawat pasien yang memiliki gejala dan positif Covid-19. Tapi pemerintah memberikan sedikit kelonggaran. Baju hazmat yang terbuat dari polyester atau campuran katun-polyester dapat dipakai kembali setelah melalui proses pencucian steril sesuai standar rumah sakit.

Untuk penutup kepala dan sepatu boots, setiap tenaga medis wajib mengenakannya. Ada dua jenis penutup kepala, tapi secara spesifikasi tidak ada perbedaan besar. Intinya pelindung kulit kepala, leher, dan rambut dari kontaminasi virus itu harus sekali pakai, tahan air, mudah disesuaikan, dan terdapat bagian terbuka di wajah yang tidak elastis. Sepatu boots wajib berbahan karet tahan air supaya mudah dibersihkan dan disinfektan. Fungsinya adalah agar tidak licin, memberikan perlindungan ketika lantai basah dan dari cedera benda tajam. Jika tidak tersedia boots karet, maka petugas kesehatan harus mengenakan sepatu tertutup jenis slip-on tanpa tali sepatu serta menutup telapak hingga pergelangan kaki. Warnanya terang agar dapat mendeteksi kemungkinan kontaminasi.

Baca juga: Jogja Konveksi Memproduksi APD sesuai pesanan

Sumber Katadata.co.id

One Comment to "Standar APD Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19"
  1. […] potensi agar dapat memenuhi pesanan, hitung-hitung kami turt serta dalam mencukupi kebutuhan APD yang hingga saat ini masih sangat kurang bagi tenaga medis Rumah Sakit Rujukan Virus Corona, kami […]